Lebih untung jualan di Lazada, Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak ?

Persaingan marketplace antara BL, Toped, Lazada dan Shopee terus menerus meningkat, mereka menawarkan berbagai kelebihan melalui kupon, potongan harga, potongan ongkir, untuk meningkatkan pembeli, tetapi sebagai penjual, toko mana yang lebih memberikan kemudahan dalam pembukuan, mendapatkan keuntungan, dan seberapa efektif iklan dari masing-masing toko untuk mengubahnya menjadi konversi penjualan.

Untuk itu, kami melakukan analisa sederhana untuk dapat mengelaborasi kelebihan dan kekurangan masing-masing toko dari sisi penjualnya.

Lazada

Menurut saya, Lazada adalah yang paling buruk dalam hal user interface nya, apalagi jika penjual mengupload dagangannya, karena seringkali bikin pusing, laporan penjualan juga sangat acak-acakan alias ngawur.

Semisal ketika barang X dibeli oleh satu buyer, maka pada laporan penjualan akan ditulis barang X ditulis kebawah menjadi 10 baris, yang seharusnya cukup Barang X dikali 10.

Bagi penjual dengan modal yang pas-pasan sangat tidak cocok berjualan di Lazada karena rekap penjualan hanya dilakukan seminggu sekali tiap hari Selasa. Apalagi, tipe pembeli di Lazada lebih banyak yang meminta pembayaran COD, jadi lebih berisiko barang tak terbayar, sehingga jika hanya memiliki modal yang pas-pasan akan sangat sulit untuk memutar barangnya.

Tokopedia

Toko Ijo memang juara lah dalam hal kenyamanan dashboard, user interface, serta laporan penjualannya juga paling rapi, dibandingkan para pesaingnya.

Selain itu, biaya admin juga paling murah jika dibandingkan Shopee yang selalu maksa penjual untuk membayar biaya admin atau layanan sebesar 3%. Sedangkan di Tokopedia, jika buyer tak menggunakan bebas ongkir, penjual hanya dikenakan biaya 1% dari nilai transaksi.

Meski Tokopedia menetapkan biaya iklan 300 rupiah per klik, dan termahal dari pesaingnya, tetapi konversinya terbilang cukup baik dibanding marketplace lain.

Shopee

Shopee sepertinya sangat cocok bagi penjual pemula, apalagi jika yang dijual barang-barang yang unik dan lucu, karena pembeli di Shopee kebanyakan adalah kaum perempuan dan anak-anak, serta emak-emak, yang sering kali membeli bukan karena butuh tetapi karena kelucuan atau keunikannya.

Definisi barang yang lucu disini dimaksudkan adalah barang yang bagus, cantik atau unik hingga sedikit nyeleneh yang biasa dianggap lucu bagi kaum perempuan sangat cocok dijual di Shopee.

Kelebihan Shopee lainnya adalah karena biaya iklan per klik jauh lebih murah dibanding pesaingnya, hanya sekitar 100-180 rupiah saja per kliknya. Budget iklan sangat memberikan dampak bagi konversi penjualan, semakin besar budget untuk iklan, maka semakin besar pula peluang barang yang kamu jual laku.

Bukalapak

Sayangnya bukalapak semakin hari semakin ketinggalan oleh para pesaingnya, terutama ketika pergantian CEO karena adanya kasus LupaBapak. Dari algoritma pencarian yang seringkali tak tepat sasaran, banyak bot dan lapak yang tak jelas atau dominasi dropshipper, sehingga mengurangi peminat baik penjual maupun pembeli.

Biaya iklan di Bukalapak juga lebih tinggi dari toko oranye, sekitar 200 rupiah per kliknya, dan performa iklannya pun sangat buruk dibanding marketplace lainnya. Hal ini disebabkan karena pengunjung Bukalapak sudah sangat berkurang, dibanding 3 tahun kebelakang, mungkin yang saat ini bertahan hanya sekitar 25% saja.

Entah pengiritan atau apa, Bukalapak semakin kendor dalam mengiklankan brandnya, disaat toko lain gencar menggunakan Youtuber atau artis Korea, Bukalapak justru merubah haluannya ke produk lokal yang minim peminatnya.

Promo ongkir yang aneh, adanya BukaExpress justru membuat pembeli semakin eneg, karena jauh lebih mahal dari jasa pengiriman lainnya, apalagi potongan ongkir yang tak seberapa hanya berlaku untuk BukaExpress, ya otomatis pembeli malah merasa ilfill dan langsung keluar dari form pembelian.

Kesimpulan

Dengan penjelasan diatas, maka kami merekomendasikan bagi para penjual pemula, sebaiknya memulai jualan di Shopee dan Tokopedia saja karena pertimbangan lalu lintas pengunjung yang tinggi di kedua marketplace tersebut.

Karena kebanyakan pengunjungya adalah kaum perempuan, yang sangat ketat dalam masalah harga, serta mudah kepincut dengan harga murah, maka ketika berjualan di Shopee harus menjadi yang paling murah agar cepat laku. Harus juga menggunakan gambar yang original sesuai barang yang dijual.

Tokopedia menjadi yang terbaik dalam masalah UI dan UX, mudah dipahami dan pengunjungnya juga sangat ramai. Tipikal pembelinya juga yang banyak duit di dompet digital atau ATM nya, yang lebih mudah tanpa basa basi, alias cocok angkut.

Belajar juga untuk beriklan, karena iklan menjadi ujung tombak dalam penjualan. Semakin tinggi budget untuk iklan maka konversi penjualan juga akan semakin tinggi.

Leave a Comment